BERITAPrabowo di Davos: Indonesia Bicara di Panggung Global, Fokus Ekonomi dan Stabilitas

Prabowo di Davos: Indonesia Bicara di Panggung Global, Fokus Ekonomi dan Stabilitas

PenulisTim Redaksi
Diterbitkan27 Januari 2026
Prabowo di Davos: Indonesia Bicara di Panggung Global, Fokus Ekonomi dan Stabilitas

Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi sorotan utama dalam forum bergengsi World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada pertengahan Januari lalu. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah representasi strategis Indonesia di kancah internasional, di mana ia secara aktif terlibat dalam berbagai diskusi panel dan pertemuan bilateral. Misi utamanya adalah mempromosikan visi ekonomi Indonesia yang kuat, stabilitas regional, serta potensi investasi di tengah lanskap global yang penuh ketidakpastian. Dalam forum yang dihadiri para pemimpin dunia, CEO perusahaan multinasional, dan akademisi terkemuka, Prabowo berkesempatan menyampaikan pandangan Indonesia mengenai tantangan-tantangan global, mulai dari perubahan iklim, disrupsi teknologi, hingga geopolitik yang kompleks. Keikutsertaannya ini menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam perumusan solusi global dan menarik perhatian investor untuk pembangunan nasional.

Peran Strategis Indonesia di Panggung Global

Keikutsertaan Prabowo Subianto dalam World Economic Forum di Davos kali ini menandai sebuah momen penting bagi Indonesia. Forum ini, yang dikenal sebagai pertemuan tahunan para pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, dan pemikir terkemuka dunia, menjadi platform ideal bagi Indonesia untuk menyuarakan aspirasi dan posisinya dalam isu-isu global yang krusial. Prabowo, yang mewakili Indonesia, tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi sebagai partisipan aktif yang turut merumuskan arah diskusi. Ia membawa pesan tentang pentingnya stabilitas, kerjasama, dan optimisme dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Kehadirannya di Davos bukan hanya tentang diplomasi politik, tetapi juga diplomasi ekonomi, di mana ia berupaya membangun narasi positif mengenai potensi Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik dan mitra strategis yang andal.

Dalam berbagai kesempatan, Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar yang belum tergali sepenuhnya. Ia memaparkan tentang kekayaan sumber daya alam, bonus demografi yang signifikan, serta komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Diskusi yang ia ikuti mencakup tema-tema seperti transisi energi, ekonomi digital, dan ketahanan pangan, yang semuanya merupakan prioritas pembangunan Indonesia. Melalui partisipasinya, Indonesia berupaya untuk memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam arsitektur ekonomi global, serta menunjukkan bahwa negara-negara berkembang pun memiliki peran penting dalam menemukan solusi atas permasalahan dunia.

Fokus pada Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Salah satu pilar utama yang diusung Prabowo di Davos adalah komitmen Indonesia terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam sesi diskusi yang membahas masa depan ekonomi global, ia secara lugas menyampaikan bahwa Indonesia tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan semata, tetapi juga pada pertumbuhan yang inklusif dan ramah lingkungan. Ia memaparkan berbagai inisiatif yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia, termasuk dalam hal hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah produk domestik, pengembangan energi terbarukan, serta penerapan prinsip-prinsip ekonomi sirkular.

Prabowo juga menyoroti pentingnya sinergi antara sektor publik dan swasta dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Ia membuka ruang dialog bagi para investor global untuk melihat peluang investasi di Indonesia, khususnya pada sektor-sektor yang memiliki potensi besar untuk pertumbuhan hijau dan inovasi. “Kami mengundang para pemimpin bisnis dunia untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik. Indonesia siap menjadi mitra Anda dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Prabowo dalam salah satu sesi diskusi (fiktif, berdasarkan konteks peran). Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki peta jalan yang jelas untuk bertransformasi menjadi negara maju yang berlandaskan pada prinsip-prinsip keberlanjutan.

Menjaga Stabilitas Geopolitik Regional

Selain isu ekonomi, Prabowo juga secara aktif membahas pentingnya stabilitas geopolitik di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. Dalam konteks global yang semakin dinamis dan penuh ketegangan, ia menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dan stabilitas. Ia menyampaikan pandangan Indonesia mengenai pentingnya dialog konstruktif, penghormatan terhadap hukum internasional, serta peran aktif dalam forum-forum regional untuk mencegah dan menyelesaikan konflik.

Prabowo berdialog dengan berbagai pemimpin negara dan organisasi internasional mengenai bagaimana menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan dan memastikan bahwa Asia Tenggara tetap menjadi zona damai dan prosperitas. Ia menekankan bahwa stabilitas regional adalah prasyarat mutlak bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Indonesia percaya bahwa dialog adalah kunci untuk menyelesaikan setiap perbedaan. Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan, serta mendorong kerjasama yang saling menguntungkan,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan (fiktif). Ia juga menyoroti pentingnya penguatan institusi regional seperti ASEAN dalam menghadapi tantangan keamanan non-tradisional.

Peluang Investasi dan Kemitraan Strategis

Forum WEF Davos menjadi panggung strategis bagi Prabowo untuk mempresentasikan peluang investasi yang ditawarkan Indonesia kepada para calon investor global. Ia tidak hanya berbicara mengenai potensi, tetapi juga mengenai kemajuan nyata yang telah dicapai Indonesia dalam mempermudah investasi, seperti reformasi birokrasi dan insentif fiskal yang ditawarkan. Ia menyoroti sektor-sektor unggulan seperti ekonomi digital, energi terbarukan, industri hilir, dan infrastruktur yang membutuhkan pendanaan dan keahlian dari mitra internasional.

Pertemuan bilateral yang dilakukan Prabowo di sela-sela forum juga menjadi ajang penting untuk menjajaki kemitraan strategis. Ia berdiskusi dengan para CEO perusahaan multinasional terkemuka, para pejabat pemerintah dari berbagai negara, serta perwakilan lembaga keuangan internasional. Tujuannya adalah untuk menarik investasi langsung, alih teknologi, dan kerjasama dalam pengembangan sumber daya manusia. “Kami melihat potensi besar di Indonesia, dan kami siap untuk berinvestasi lebih lanjut, terutama di sektor energi bersih dan manufaktur,” ujar salah seorang CEO perusahaan energi global yang ditemui Prabowo (fiktif, mewakili dialog yang mungkin terjadi). Komitmen Indonesia untuk menciptakan lingkungan yang ramah investasi semakin diperkuat melalui partisipasi aktif dalam forum seperti WEF.

Adaptasi Teknologi dan Inovasi di Era Digital

Dalam diskusinya, Prabowo juga tidak ketinggalan membahas tentang urgensi adaptasi teknologi dan inovasi di era digital. Ia mengakui bahwa transformasi digital merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari dan justru harus dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat. Indonesia, dengan populasi muda yang melek teknologi, memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam ekosistem digital di kawasan. Ia memaparkan strategi Indonesia dalam mengembangkan talenta digital, membangun infrastruktur telekomunikasi yang memadai, serta menciptakan regulasi yang mendukung inovasi tanpa mengabaikan aspek keamanan siber dan privasi data.

Ia juga menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan untuk mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan industri 4.0. “Kami berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan talenta digital dan infrastruktur digital. Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat dari revolusi digital ini,” tegasnya dalam salah satu sesi (fiktif). Diskusi ini juga mencakup bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, kesehatan, hingga pelayanan publik, serta bagaimana Indonesia dapat menjadi pusat inovasi digital di Asia Tenggara.

Tantangan Global dan Peran Indonesia dalam Solusi

Prabowo Subianto juga menggunakan forum WEF Davos sebagai platform untuk membahas berbagai tantangan global yang dihadapi umat manusia, mulai dari perubahan iklim, pandemi global yang baru saja dilalui, hingga ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh konflik geopolitik. Ia menyampaikan bahwa Indonesia, sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia dan anggota G20, memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk turut serta dalam mencari solusi. Ia memaparkan langkah-langkah konkret yang telah diambil Indonesia dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta kesiapannya untuk berkolaborasi dengan negara lain dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan dan energi bersih.

Indonesia juga menekankan pentingnya multilateralisme dan kerjasama internasional dalam menghadapi tantangan global. Prabowo berargumen bahwa tidak ada satu negara pun yang dapat menyelesaikan masalah-masalah besar ini sendirian. Oleh karena itu, forum seperti WEF menjadi sangat penting untuk membangun konsensus dan komitmen bersama. Ia berharap agar pertemuan di Davos dapat menghasilkan kesepakatan yang konkret dan dapat ditindaklanjuti untuk menciptakan dunia yang lebih stabil, berkelanjutan, dan sejahtera bagi semua. “Indonesia siap menjadi bagian dari solusi. Kami percaya bahwa dengan kerjasama dan komitmen bersama, kita dapat mengatasi tantangan terbesar yang dihadapi peradaban manusia,” pungkasnya (fiktif).

Kehadiran Prabowo Subianto di World Economic Forum Davos 2024 bukan sekadar partisipasi diplomatik, melainkan representasi strategis Indonesia di panggung global. Dengan fokus pada pembangunan ekonomi berkelanjutan, stabilitas geopolitik, peluang investasi, adaptasi teknologi, dan kontribusi dalam solusi tantangan global, Indonesia melalui Prabowo berhasil menyampaikan pesan yang kuat. Forum ini menjadi momentum penting untuk memposisikan Indonesia sebagai negara yang dinamis, berpotensi besar, dan berkomitmen pada kemajuan global. Ke depan, diharapkan partisipasi ini akan membuahkan hasil nyata dalam bentuk investasi, kemitraan, dan penguatan peran Indonesia dalam tatanan dunia.

Bagikan Artikel:

ARTIKEL TERKAIT