OPINIKuasa Jempol: Bagaimana Media Sosial Membentuk Opini Publik di Indonesia

Kuasa Jempol: Bagaimana Media Sosial Membentuk Opini Publik di Indonesia

PenulisTim Redaksi
Diterbitkan17 Januari 2026

“`json
{
“title”: “Kuasa Jempol: Bagaimana Media Sosial Membentuk Opini Publik di Indonesia”,
“content”: “

JAKARTA – Opini publik di Indonesia kini tak lagi semata terbentuk melalui mimbar-mimbar tradisional atau media massa konvensional, melainkan secara masif dan dinamis direkonstruksi oleh gegap gempita media sosial. Fenomena ini, yang semakin mengakar dalam lanskap digital nasional, menghadirkan kekuatan sekaligus tantangan signifikan bagi berbagai sektor, mulai dari politik, ekonomi, hingga tatanan sosial, di mana kecepatan penyebaran informasi dan partisipasi publik yang rendah hambatan menjadi pemicu utamanya. Sejak munculnya platform seperti Twitter, Facebook, Instagram, hingga TikTok, suara masyarakat menemukan kanal baru yang mampu mengamplifikasi pandangan, memobilisasi aksi, dan bahkan menggoyahkan kebijakan, namun di sisi lain juga rentan terhadap disinformasi dan polarisasi yang mengancam kohesi sosial.

nn

Kekuatan media sosial dalam membentuk opini publik terbukti melalui berbagai peristiwa nasional. Tagar yang viral mampu menggerakkan jutaan orang untuk menyuarakan protes, mendukung suatu gerakan sosial, atau bahkan memboikot

Bagikan Artikel:

ARTIKEL TERKAIT